Type Here to Get Search Results !

Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi P3TGAI BBWS di Kp. Kepuh Diduga Diselewengkan


KARAWANG,INFOKOTANEWS.Com -
Program P3TGAI Proyek Peningkatan Jaingan Irigasi yang di gulirkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Subbid BBWS dengan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi berupa pembuatan turap berbasis peran serta masyarakat petani yang pekerjaanya di laksanakan sendiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A).Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air(GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air ( IP3A) pekerjaanya secara swakelola.

Hal itu tertuang dalam Peraturan  Menteri PUPR RI,No 4.Th2021 tentang Pedoman Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air.

Selain itu, dalam pelaksanaan ada beberapa tahapan yang harus di tempuh, yakni menandatangani akta integritas dan perjanjian kerjasama antara pihak pemberi anggaran yang di lakukan oleh PPK (pejabat pembuat komitmen ) dengan pihak penerima bantuan yakni Ketua P3A/GP3A.

Sementara,  pakerjaan tidak boleh di pihak ketigakan alias di borongkan. Sedangkan dalam pelaksanaan teknis dan administrasi pihak P3A/GP3A di bantu oleh seorang fasilitator yaitu Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Namun sangat di sayangkan, berdasarkan hasil penulusauran Tim Infokotanews di lapangan, pada salah satu proyek PT3GAI di Kp.Kepuh  Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, mencium aroma bau tak sedap,

Pasalnya, pelaksanaan perkerjaan PT3GAI di kampung tersebut diduga ada konspirasi  dalam menggerogoti uang negara demi keuntungan pribadi serta golongan.


Betapa tidak, berdasarkan papan nama proyek yang tertera di lokasi,  pekerjaan proyek di kerjakan oleh P3A Tirtasari  dengan anggaran Rp 195.000.000 dengan waktu 77 hari kalender .

Ironisnya,  pada saat infokotanews berada di lokasi (11/5-2021)  tak menemukan adanya Ketua P3. Namun anehnya,  di lokasi malah dijumpai para  pekerja sebanyak 4 orang mereka disinyalir bukan anggota P3A.

Para pekerja jaringan irigasi  tersebut mereka bukan warga setempat, melainkan mereka berasal dari wilayah Kabupaten Purwakarta.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pekerja jaringan irigasi, Muslih.  saat ditemui Infokotanews.com di lapangan ia mengaku berasal dari Kabupaten Purwakarta.

Menurut Muslih, ia bersama ke empat temanya, yaitu Suryadi, Ujang Rizki dan Yadi, mereka  mengaku baru empat hari mengerjakan pembangunan  turap di Kampung Kepuh.

Muslih menuturkan,  selain dia dan 4 orang rekanya,  ada 2 orang warga setempat yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan jaringan irigasi,

"Jadi keseluruhan yang bekerja di sini (Kampung Kepuh) jumlah pekerja sebanyak 6 orang," ujarnya.

Namun sayangnya, Muslih tak menyebutkan siapa yang mempekerjakan  mereka di proyek peningktan jaringan irigasi tersebut.

Tak hanya itu, selain para pekerja yang berasal dari Kabupaten Purwakarta, di lokasi Tim Infokotanews tak menjumpai Ketua P3A, juga tenaga pendamping masyarakat.

Adanya ketidak beresan proyek    peningkatan Jaringan Irigasi program P3TGAI BBWS di SS Lamaran yang berlokasi di Kp.Kepuh Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, diduga  penyelewengan juga terjadi di lokasi  lain pada  proyek yang sama. Kuat dugaan Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi dari BBWS jadi bancakan oknum.(tim).