Berita Terbaru Hari Ini

Politik

Hukum

BERITA UPDATE

25 November 2022

Sekjen LSM Kompak Reformasi Adukan Hakim Tunggal Pra-Peradilan Ke Komisi Yudisial.


Karawang, Infokotanews.Com - 
Hakim Tunggal Pra-Peradilan nomor perkara 11/Pid.pra/Pra/2022/PNKWG diadukan ke Komisi Yudisial.

Pelaporan yang dilakukan oleh Sekjen LSM Kompak Reformasi  dengan nomor surat 97/LSMKR-LP/X/2022  tertanggal 15 November 2022 dan surat pelaporan tersebut ditandatangani Pancajihadi AL Panji.

Kami berpendapat bahwa perkara Nomor 11/Pid.pra/Pra/2022/PNKWG. Dalam putusan tersebut, penetapan Tersangka atas nama: Asep Aang Rahmatullah Bin H. Hapudin Ashari, berdasarkan Surat Ketetapan No. : S.Tap / 154/X/2022/Reskrim tangg al 6 Oktober 2022, Laporan Polisi Nomor: LP/B/1749/IX/2022/SPKT/Polres Karawang/Polda Jawa Barat, tertanggal 20 September 2022 yang diduga melakukan Tindak Pidana Pasal 170 KUHP JO 351 KUHP adalah tidak sah menurut hukum,penangkapan Pemohon berdasarkan surat Perintah Penangkapan Nomor: SP. Kap/252/X/2022/Reskrim tanggal 7 Oktober 2022 dan surat Wajib Lapor Nomor: Swl/252/X/2022/Reskrim adalah tidak sah menurut hukum, menyatakan penyidikan Perkara dalam surat perintah penyidikan dengan Nomor SP.Sidik/929/1X/2022/Reskrim tanggal 20 September 2022 Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan Nomor : 6/258/X/2022/Reskrim tertanggal 20 September 2022, Surat Pemberitahuan penetapan tersangka atas diri Pemohon Nomor: 8/258, b/ix/2022/Reskrim tanggal 06 Oktober 2022 adalah tidak sah menurut hukum:, Menyatakan hasil penyidikan yang didasari pada surat perintah penyidikan nomor: SP.Sidik/929/1X/2022/Reskrim, tanggal 20 September 2022. dan Surat Pemberitahua n Penetapan Tersangka atas diri pemohon Nomor: 8/258.b/X/2022/Reskrim tertanggal 06 Oktober 2022 adalah tidak sah menurut hukum:

Kita sama-sama tau lah bahwa Pra-peradilan dalam perkara ini  tidak bisa banding dalam perkara seperti ini. Jadi apabila ada pihak yang keberatan tentunya tidak ada saluran  lain di pengadilan yang lebih tinggi.padahal upaya banding merupakan upaya hukum dar pihak-pihak yang berperkara sebagaimana diatur dalam Pasal 67 KUHAP. Pentingnya banding bisa  memperbaiki kekeliruan putusan tingkat pertama, mencegah kesewenangan dan penyalahgunaan jabatan dan pengawasan terciptanya keseragaman penerapan hukum.Mau gimana lagi para pihak harus legowo menerima dan bagaimanapun itu sudah final.


Akan tetapi kami memandang bahwa perlunya Komisi Yudisial sesuai dengan kewenangannya untuk menelisik hakim tersebut dalam membuat putusan tersebut.

Kami meminta apakah hakim tunggal tersebut dalam dalam menangani perkara tersebut apakah ada pelanggaran Kode etik dan pedoman perilaku Hakim (KEPPH) dalam memeriksa dan memutus perkara tersebut. Terutama dalam Poin 8 dan Poin 10 KEPPH.

Kami meminta agar segera Hakim tunggal tersebut disidang di Majelis Kehormatan Hakim.
Mudah-mudahan laporan kami tersebut mendapat respon serta ada tindak lanjutnya ( Red)

Ribuan Masa Aliansi LSM ,Ormas dan Katar Datangi PT.HPM Tuntut Berdayakan Pengusaha Lokal

Karawang Www.Infokotanews.Com.
Ribuan massa yang tergabung dari 15 organisasi  masa  seperti GMPI ,LSM  serta Karang Taruna, mengeruduk  PT.Honda Prospek Motor yang berada di Kawasan Industri KIIM Kecamatan Ciampel  Rabu 24/11-2022) Aksi unjuk rasa damai ribuan masa  menuntut pihak PT.HPM untuk  bekerja sama dengan pengusaha lokal Karawang dalam pengelolaan limbah.
Dari pantaun sejak siang  hari  ribuan  masa sempat memblokir jalan pintu masuk kawasan industri  KIIM di mana lokasi PT HMP berada Ketua umum Laskar NKRI HME Suparno menyatakan bahwa  aksi masa  di lakukan  merupakan bentuk kepedulian pihaknya  sebagai Ketua Aliansi Ormas dan LSM sekabupaten Karawang,aksi masa di lakukan kata HME Suparno   sebagai bentuk dukungan bagi pengusaha lokal  untuk di berdayakan oleh Perusahaan  yang ada di kawasan industri yang ada di Karawang  " Pengusaha lokal jangan jadi Penonton di tanah kelahiranya sendiri" ucap HME.Suparno.
Senada dengan HME Suparno Ketua  Umum Ormas  GMPI HM Saegi Dewa Sena  dalam orasinya  dengan tegas mengatakan Pengusaha Lokal Karawang tidak seharusnya jadi penonton di daerahnya sendiri pengusaha lokal harus di berdayakan oleh Perusahaan PT.HMS dalam pengelolaan limbah.di tegaskan  oleh HM Saegi Dewa Sena ribuan masa yang datang ke PT.HPM merupakan bentuk kepedulian sebagai mayarakat  pribumi Karawang kata ketua Umum Ormas Gmpi "Tuntutan kami agar PT HPM dapat bekerja sama dengan PT GEma Bala Dewa Nusa dan pengelolaan limbah ekonomi buat bisa dirasakan oleh masyarakat Karawang" tegas Ketua Umum Ormas GMPI . 
Dari informasi di lapangan ada kesepakatan hasil negoisasi kedua belah pihak keputusan pinal di terima tidaknya tuntukan dari Aliansi Lsm Ormas  sekabupaten Karawang oleh pihak PT .HPM akan di umumkan hari senin pekan depan.
 Informasi juga menyebutkan bila  tuntutan pemberdayaan Pengusaha lokal dalam pengelolaan limbah HPM yang di ajukan Aliansi Lsm dan Ormas tidak di kabulkan oleh PT HPM pihak Aliasi akan menggelar aksi masa yang lebih besar. 
Setelah mendapat kepastian hari senin  jawaban PT.HPM masa berangsur angsur meninggalkan kawasan KIIM  Ute 68)


20 November 2022

TERJADI DI KARAWANG SEORANG JURNALIS DI KEROYOK ORANG TIDAK DI KENAL.

Karawang  Www.Infokotanews.com
Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di kabupaten Karawang, kali ini korbannya Abdul Rojak (24) Jurnalis Media Online nuansametro.co.id, warga Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Karawang.
 Abdul Rozak menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal (OTK) saat hendak menghadiri acara pernikahan salah satu pamilinya Sabtu ( 19/11-2022) yang beralamat   di Dusun Tegalasem Desa Kertasari Kecamatan Rengasdengklok Karawang.
Akibat pengeroyokan itu Rojak babak belur mengalami luka bengkak di bagian dagu serta luka lecet pada bagian ibu jari dan jari kelingking.
Aksi pengeroyokan oleh orang tak di kenal tersebut terjadi sekitar pukul 22:30 WIB pengeroyokan dilakukan oleh dua orang pemuda yang tengah berkumpul bersama teman-temannya.
Kepada media Infokotanews.Com pemgeroyoken terjadi takala dirinya menerima telepon dari salah seorang temanya yang tempat tinggalnya tak jauh dari tempat hajatan kerabatnya , pada saat sampai di lokasi  terlihat ucap Rozak  ada berkumpul pemuda kampung setempat di perkirakan jumlahnya10 orang ada kisaran namun tanpa sebab kata Rozak ,Tiba-tiba dua orang diantara mereka langsung menyerang dan memukuli dirinya  menggunakan tangan kosong.
“Saya tidak tahu pasti penyebabnya, tiba-tiba ada sekitar 10 pemuda yang lagi berkumpul sedang minum, saat saya menerima telepon dari teman, dua orang diantaranya dari mereka langsung mengeroyok, padahal saya tidak tahu kenapa, terus ada seorang teman saya yang bernama Jul yang melerainya,” kata Abdul Rojak,  
Tidak terima dirinya di keroyok.orang tidak di kenal malam itu juga Rozak  melaporkan kasus pengeroyokan dirinya ke Kepolisian Sektor (Polsek) Rengasdengklok dengan Laporan terdaftar Nomor STTL/292/XI/2022/Sek RDK.
“Ya saya langsung membuat laporan ke Polsek Rengasdengklok berharap para pelaku yang melakukan pengeroyokan kepada dirisaya segera  dapat ditangkap dan diproses hukum sesuai pasal yang sudah ditentukan oleh kepolisian,” Harapnya.
Sementara itu, IPDA Iwan Budijanto Kanit Reskrim Polsek Rengasdengklok saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan bahwa ada laporan atas kejadian pengeroyokan terhadap Abdul Rojak  ,dan Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Rengasdengklok akan melakukan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui siapa pelakunya.
“Ya ada korban tadi malam, karena kita baru terima LP nya, kita akan periksa saksi-saksi dulu karena tersangkanya belum dapat nanti kita Lidik dulu kita periksa saksi dan siapa pelakunya,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kompol Suherman Kapolsek Rengasdengklok dimana akan memeriksa saksi untuk mengetahui siapa pelakunya.
“Kita meminta keterangan dari saksi-saksinya, kalau dia tahu otomatis kita langsung tangkap,” tegas Kompol suherman.( Tirta)

DPD IWOI KARAWANG MENGUTUK KERAS KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN.

Karawang Www.Imfokotanews.Com
Lagi lagi terjadi tindakan kekerasan terhadap waratawan dikarawang yang terjadi beberapa bulan kemarin juga belum tuntas penegakan Hukum kasus pengeroyokan terhadap dua wartawan sekarang terjadi lagi pengeroyokan terhadap wartan  online  dari media  Nuansa  metro oleh orang tak dikenal.
Ketua DPD  IWO Indonesia mengutuk keras  kepada para pelaku pengeroyokan insan pers  ketua DPD IWOI segera mendesak aparat kepolisian  untuk segera menangkap  para pelaku pengeroyokan kepolisian harus profesional dalam mengukap kasus pengeroyokan tehadap wartawan dan dapat segera menghukum para pelaku sesuai berdasarkan perundang undangan yang berlaku  dalam hal ini untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pengeroyokan.
Negara kita merupakan negara Demokrasi dan pers adalah salah satunya  bagian dari Empat pilar demokrasi dan pers adalah yang selalu mengemakan kebebasan pers dengan mengatur  hak hak jurnalis dan media  pemberitaan untuk dapat menjalan kan  tugas nya tanpa akan khawatir dalam ancaman  dan gangguan dan wartawan memberikan informasi sangat penting  bagi  masyarakat dan cita cita  kemerdekaan Indonesia yaitu bangsa  dan negara tu sendiri ( ut68)

17 November 2022

Kajari Karawang Dilaporkan Ke Kejagung oleh LSM Kompak Reformasi

Karawang www.Infokotanews.Com.
Pancajihadi AL Panji selaku sekretaris jenderal LSM Kompak reformasi telah melaporkan Kajari Karawang ke Kejaksaan Agung Bidang Pengawasan.Surat yang ditujukan langsung ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan diserahkan langsung di gedung JAM Pengawasan.Surat pelaporan dengan nomor   98/LSMKR-LP/X/2022 tertanggal 15 November 2022.Pada intinya kami meminta Kejaksaan Agung agar menelisik motif dibalik penghentian kasus gratifikasi pokir anggota DPRD Karawang. Pada mulanya kami sangat apresiatif dengan kepemimpinan Kejari Karawang Martha Parulina Berliana dengan begitu sigapnya menindak lanjuti dua laporan dari organisasi kemasyarakatan. Dan kami lebih apresiatif lagi mana kala secara masif memanggil para rekanan yang biasa bermain pokir, anggota legislatif dan unsur pimpinan, Sekda serta pimpinan SKPD beserta jajarannya.Namun sayang kasus ini dihentikan dengan alasan tidak menemukan bukti. Padahal jelas-jelas pengakuan salah satu partai yang menjadi awal mula dasar pelaporan mengakui adanya jatah 5 persen pokir anggota dewan dari satu miliar. Dan itu secara tertulis tertuang dalam sebuah perjanjian.Malah Kejari Karawang memunculkan temuan BPK terkait proyek pokir seolah kerugian negara itu dari adanya pokir. Jelas ini pengalihan isu. BPK ya kerjaannya seperti itu mencari adanya kerugian negara. Sekarang Kejari telah menemukan apa dari kasus pokir itu. Inikan persoalan gratifikasi bukan kerugian negara yang ditemukan BPK.Kami juga dalam laporan tersebut memasukkan informasi lobi-lobi baik dari eksekutif legislatif dan rekanan berupa intervensi ke Kejari Karawang agar kasus pokir dihentikan.Kami juga menyayangkan ke pelaporan seolah menerima begitu saja ketika laporannya berujung pada tidak ada temuan.Mudah-mudahan Kejaksaan Agung merespon laporan kami dan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang melalaikan tegaknya supremasi hukum di bumi Pangkal Perjuangan ini ( Red)

16 November 2022

Askun Ketua Tim Pengacara Wartawan : Pihak Polres di Harapkan Profesional menangani Kembali Kasus Penganiayaan dan Penculikan Wartawan.

Karawang Www.Infokotanews.Com.
Ketua Tim Kuasa Hukum dua wartawan korban penganiayaan, Asep Agustian meminta agar pihak kepolisian serta aparat hukum lainnya menggunakan "kaca mata kuda" dalam melanjutkan penanganan kasus dugaan penganiayaan dua wartawan di Karawang.
Permintaan tim kuasa hukum tersebut, menyusul putusan hakim pra peradilan yang mengabulkan permohonan dua tersangka, lantaran ada kesalahan prosedur saat korban melakukan visum.
"Putusan hakim pra peradilan di Pengadilan Negeri Karawang itu jelas menampar pihak kepolisian. Kami juga tak habis pikir, kok bisa hanya karena prosedur visum yang dianggap salah, hakim bisa mengabulkan si pemohon. Ini tragedinya ada loh, dan korbannya juga bonyok, bahkan sampai ada yang dijahit di dahinya," kata Asep Agustian di ruangan kerjanya, pada Selasa (15/11/2022).
Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Karawang ini juga mengaku kecewa atas lambatnya proses penanganan perkara yang sudah mulai memasuki dua bulan, sejak Tanggal 19 September 2022 lalu.
Menurut Asep jangan karena terduga salah satu pelakunya adalah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Karawang lantas hukum itu menjadi tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
"Saya mewakili 20 pengacara korban atas nama Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustopa terus terang kecewa atas hasil pra peradilan dan penanganan pihak kepolisian. Tapi sekali lagi kami ingatkan hukum itu harus tajam ke bawah dan tajam juga ke atas. Sekarang tinggal pembuktian saja karena ranahnya masih di kepolisian, maka kami berharap para penyidik di Reskrim Polres Karawang untuk kembali melakukan proses hukum agar tuntutan mencari keadilan bagi kedua korban bisa terpenuhi lebih lanjut Asep Agustian menegaskan 
walaupun putusan hakim pra peradilan mengabulkan permohonan dari pihak AAR, tidak lantas menggugurkan perkaranya.
Maka dari itu menurut Ketua Tim Pengacara  Zunot dan Zenal  akan terus mengawal pihak penyidik dari kepolisian agar terus  melanjutkan  kasusnya serta melengkapi kekurangan dari proses penyidikan.
"Jangan sampai berfikir perkara ini akan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dari kepolisian. Kalau sampai itu terjadi (SP3), jelas itu merupakan pengertian hukum yang salah," terangnya.
"Kalau dalam penanganan lanjutan ini pihak kepolisian masih setengah-setengah, maka, akan menjadi preseden buruk atas penegakan hukum di Kabupaten Karawang," tandasnya. ( Ut 68)

JAKARTA

PERISTIWA

© Copyright 2019 Info Kota News | All Right Reserved