Type Here to Get Search Results !

Ketua Komisi III DPRD: Penanganan Tumpahan Minyak Lamban


Karawang, infokotanews.com - Kebocoran pipa yang mengakibatkan terjadinya tumpahan minyak (Oil Spill)  milik PHE ONWJ kembali terjadi untuk ketiga kalinya di perairan Karawang.

Ketua Komisi III DPRD Karawang H. Endang Sodikin awalnya mengapresiasi kinerja PHE ONWJ. Tapi kali ini ia kecewa melihat lambat nya penanganan dan tindakan pembersihan yang mengakibatkan pencemaran di perairan Karawang yang telah menyebar di 9 kecamatan.

"Kami tidak menutup kerjasama nelayan  untuk membantu pihak PHE ONWJ untuk membersihkan tumpahan minyak di setiap desa yang tersebar di 9 kecamatan. Asal tetap menjaga protokol kesehatan, serta  penambahan personil agar mempercepat penanganan" ujar Endang Sodikin.

Disisi lain, Ketua Fraksi Gerindra ini memandang,  perusahaan sekelas  PHE ONWJ  yang notabene adalah perusahaan milik negara, namun kinerja perusahaan tersebut tidak profesional.

"Seharusnya PHE ONWJ memilikii alat deteksi dan alat rehabilitasi yang representatif terhadap dampak kebocoran tumpahan minyak mentah dengan cara cepat" ujarnya.

Namun yang terjadi menurut  H. Endang Sodikin uoaya pembersihan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa milik PHE ONWJ masih dengan cara-cara manual.

"Jadi nelayan itu sekarang digiring untuk mencari tumpahan minyak bukan ikan. Gak apa-apa masyarakat diberdayakan, asalkan dengan memperhatikan tata-cara dan mekanisme yang benar dalam menangani B3, karena Oil Spill ini termasuk B3" kata H. Endang Sodikin.


Hasil pantauan Infokotanews.com di Desa Pusaka Jaya Utara, Kecamatan Cilebar, Rabu (28/04/2021)  pembersihan tumpahan minyak terus  dilakukan oleh nelayan. Pembersihan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa pertamina telah memasuki hari keempat sejak, Minggu (25/04/2021)

Ditempat terpisah, menurut tokoh masyarakat setempat, Calim Rasto, pembersihan tumpahan minyak yang melibatkan nelayan karena  sulitnya tangkapan akibat Oil Spill. Adanya kebocoran pipa Pertamina membuat ikan-ikan lari ke tengah laut,

"Nelayan dilibatkan membersihkan tumpahan minyak, karena dari pada mereka nganggur tidak melaut," ujar Calim Rasto kepada Infokotanews.com. (Din/edg).