Type Here to Get Search Results !

Bankeu Program Percontohan Puhai di Karawang Diduga Jadi Bancakan Oknum


Karawangi, nfokota- Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jenderal (Ditjen PSP) pada tahun 2020 menyalurkan bantuan keuangan (Bankeu) kepada sejumlah Gapoktan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Karawang.

Bantuan keuangan (Bankeu) kementrian tersebut di peruntukan pengadaan Pupuk Hayati Cair (Puhai) guna mendukung Program Percontohan Pupuk Hayati Cair.

Sementara, Gapoktan yang menerima bantuan keuangan Kementan tersebut adalah Gapoktan yang berada di Kecamatan Majalaya, Kutawaluya, Ciampel, Klari. Cilebar, Lemah Abang Wadas, Karawang Timur, Teluk Jambe Barat, .Pangkalan, dan Gapoktan di Kecamatan Tegalwaru.

Program Percontohan Pupuk Cair Ditjen PS bertujuan guna mengurangi pemakaian  pupuk kimia, dan sebagai gantinya adalah menggunakan pupuk organik.  Diharapkan dengan pemakaian pupuk organik akan mengembalikan unsur hara pada tanah yang selama ini punah akibat pemakaian pupuk Kimia.

Dengan pengggunaan pupuk organik hara tanah akan kembali subur. Maka dengan demikian pupuk organik di harapkan dapat meningkatkan hasil panen petani.

Seperti lajimnya kegiatan yang dibiayai oleh anggaran pemerintah dalam pelaksanaan mengacu kepada Petunjuk pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah di tetapkan.

Setiap petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) yang menerima bantuan sebelumnya harus memenuhi persyaratan diantaranya, mengajukan profosal kebutuhan Puhai. Hal itu sesuai kebutuhan dan disesuaikan luas areal sawah yang di garap. Dan profosal di ajukan  melalui Dinas Pertanian Kabupaten.

Pengajuan dalam bentuk proposal di cantumkan nama Gapoktan, Ketua Kordinator.UPKK juga serta membuat Rekening di Bank BNI 46. Keharusan pembuatan rekening baru oleh Gapoktan, hal itu dikarenakan bantuan keuangan  disalurkan Ditjen PSP melalui transper ke rekening BNI masin-masing Gapoktan.

Adapun besarnya bantuan yang di terima Gapoktan, nilainya variatif  dan di sesuaikan dengan luas areal pesawahan yang di miliki Gapoktan. Sementara, besarnya bantuan keuangan berkisar Rp 80 juta hingga Rp 170 juta per Gapoktan.

Selain itu,  pembelanjaan untuk pengadaan Puhai oleh UPKK Gapoktan di lakukan secara Online melalui E.Katalog.

Adanya mekanisme baru yang di buat Kementrian Pertanian RI Ditjen PSP dalam menyalurkan Bantuan Keuangan kepada GAPOKTAN seperti adanya pengadaan PUHAI oleh  Gapoktan harus melalui E.Katalog serta pembukaan Rekening Baru di Bank Bni  46

Namun, sepertinya hal tersebut diduga di jadikan celah oleh segelintir oknum yang bermental korup berkongkalingkong dengan segelintir oknum culas.

Program Percontohan tersebut disinyalir telah dimanfaatkan demi mengeruk keuntungan pribadi dan golongan,  yakni dengan modus merekayasa administrasi pencairan seolah mekanisme dalam proses pencairan bantuan Keuangan Program Percontohan Pupuk Hayati Cair telah di tempuh oleh Gapoktan.

Padahal kenyataanya Gapoktan tidak  mengetahui tentang adanya mekanisme tersebut, seperti pengadaan Puhay lewat E.Katalog serta membuka Rekening baru di Bank Bni 46.

Adanya dugaan Kecurangan itu terungkap dari pernyataan beberapa ketua Gapoktan yang berhasil di temui Tim Infokotanews.com beberapa waktu yang lalu di kediamanya masing masing.

Kepada Tim Infokotanews.com Ketua Gapoktan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak tahu menahu adanya bantuan keuangan.

Namun yang diketahui dan dirasakan, mereka hanya menerima barang melalui UPTD Pertanian berupa Pupuk Hayati Cair ( Puhai) yang di kemas dalam botol.  SElain itu, para Ketua Gapoktan menyebutkan tidak pernah memesan barang sebelumnya,  apalagi pemesanan barang (Puhai) melalui Online alias E.Katalog juga pembuatan Rekening Bank BNI.

Senada, mereka menyebutkan tak pernah membuat rekening baru, pernyataan itu di sampaikan oleh Safei Ketua Gapoktan Sekarwangi kecamatan Ciampel.Acu,  Ketua Gapoktan Pangkalan Jaya, Acu, Marsidi Ismail Ketua Gapoktan Sri Unggul Majalaya, serta H.Karda Ketua Gapoktan Mulya Tani Kecamayan Karawang Timur.

Adanya  dugaan manipulasi administrasi yang di lakukan oknum pejabat dalam pencairan Bantuan Keuangan Program Puhai dari Dirtjen PSP Kementan RI Th 2020 lalu kian terang .

Sementara itu, Suhari,  Ketua Gapoktan Sri Karya Wasiat di Desa Margamulya Kecamatan, Teluk Jambe Barat mengatakan bahwa dirinya sebagai Ketua Gapoktan Sri Karya Wasiat tidak pernah menerima Bantuan Keuangan untuk pengadaan Pujai dari Ditjen PSP apalagi belanja Puhai lewat Online / E.Katalog,

"Begitu juga pembuatan  Rekening Baru di Bank BNI,"" kata Sahri di kediamanya kepada Tim Infokotanews.com (15/04/2021)

Selanjutnya,  Sahri mengatakan, sebagai ketua Gapoktan pihaknya memdaptkan bantuan Puhai dalam botol dari pihak PPL.  Disinggung berita acara serah terima barang dari pihak ketiga yang mengirim barang ke Gapoktan sebagai penerima barang. Lantas Sahri menyebut,  semua administrasi dalam.penerimaan PuhaiI dari pihak rekanan di lakukan oleh Petugas Pelaksana Lapangan ( PPL) UPTD Pertanian Telukjambe Barat,

" Untuk lebih jelasnya silahkan temui Kordinator UPK Gapoktan Sri Karya Wasiat, pa Nadio Kusnaedi," saran Sahri kepada Infokotanewa.

Keterangan yang sama juga di berikan Kordinator UPKK Gapoktan Sri Karya wasiat Nadi Kunaedi. Bahkan  ia membenarkan apa yang di katakan oleh Ketua Gapoktan Sri Karya Wasiat Sahri.

Nadi mengatakan,  semuanya di atur oleh PPL , dan ketika di singgung dari mana SK penunjukan sebagai Kordinator UPKK?. Lantas  Nadi menyebutkan bahwa penunjukan dirinya menjadi Kordinator UPKK Gapoktan Sri Karya Wasiat di lakukan oleh PPL ,

" Saya mengikuti penunjukan UPKK atas saran PPL pak" ujar Nedi Kunadi kepada Tim Infokota di Kediamanya, Rabu (15/404/2021) .

Dalam perbincangan tersebut,  Nedi mengaakan bahwa dirinya dengan ketua Gapoktan pernah menandatangani berkas.  Namun Nedi mengaku lupa berkas yang ia tandatanganinya"

"Abdi hilap berkas naon anu ditanda tangani. ( Saya lupa apa yang di tanda tangan ),"  ujar Nadi kusnasi mengakhiri perbincangan dengan Tim Infokotanews.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang ( Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Entoh Hendra Permana  yang juga sebagai Ketua Tim Teknis pelaksana Program Percontohan Pupuk Hayati Cair ( Puhai) Tahun .2020 lalu, pihaknya membenarkan bahwa pelaksana Program Percontohan Puhai teknisnya harus mengacu kepada Juklak dan Juknis, seperti pemesanan barang Puhai melalui Online E.Katalog serta membuat Rekening di Bank BNI.

Hal itu di katakan  Entoh  kepada Tim Infokotanews.com  di ruang  kerjanya, Rabu (15/04/2021). Menurutnya,  kegiatan Program Percontohan  telah di laksanakan dengan baik sesuai dengan Juklak,

Adpun, lanjut Emtoh masalah pemesanan barang melalui Online E.Katalog di lakukan oleh Gapoktan melalui bimbingan tenaga dari masing masing UPTD. Dan  pemesanan harus sesuai dengan jumlah kebutuhan barang yang tercantum dalam profosal yang di ajukan Gapoktan,

"Silahkan konsultasi dengan saya bila kesulitan dalam  mendapatkan barang Puhai melalui E.Katalog" ujar Entoh dengan nada bangga.(tim).