06 Mei 2023

ODO KUSNADI Spd.Mm PEETANYAKAN DANA BOP DAK DI PKBM PENCAIRAN TAHAP PERTAMA.

ODO KUSNADI Spd.Mm  PEETANYAKAN  DANA BOP DAK DI PKBM  PENCAIRAN TAHAP PERTAMA.

Karawang www.Infokotanews Com.
Pendidikan Kesetaraan paket A,B dan paket C yang dilaksanakan di setiap PKBM di ragukan Kwalitasnya di sinyalir Siswa yang saat ini memperoleh ijazah Kesetaraan tanpa pernah melalui pendidikan sebelumnya.
Ada dugaan  program Pembelajaran pendidikan kesetaraan paket A,B,C selama ini di jadikan sarana mendapatkan keuntungan Pribadi oleh segelintir Oknum pengelola PKBM yang bermental culas ,
Selama ini dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar   PKBM di biayai anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi kusus ( DAK) selain menerima BOP dari DAK juga menerima bantuan APBD.
Namun dari penelusuran Infokotanews.com di lapangan di tenggarai  dana BOP yang di terima PKBM Jadi bancakan Oknum Disdikpora bidang Dikmas  bersekongkol dengan Pengelola PKBM.
Seperti di Ketahui  setiap siswa pembelajaran kesetaraan menerima  dana BOP DAK  besarnya anggaran yang di terima tiap diswa  di sesuaikan dengan jenjang Pendidikan yang di tempuh yakni   Pendidikan paket A.Rp 1,3 juta/ siswa/Tahun ,B Rp 1,5 juta / Siswa/Tahun  Paket C Rp 1,8 juta/ siswa/Tahun...
Dugaan  Adanya kongkalingkong   Anggaran BOP DAK  tercermin di PKBM PUSPITA Karawang Wetan ,di mana  kepala Sekolah  PKBM Yang sudah  mengundurkan diri sebelumnya masih menerima  dana BOP DAK Tahun 2023 tahap 1 ( pertama sebesar Rp 164 juta.
Padahal seharusnya yang berhak menerima  dana BOP DAK tersebut adalah Pembina  Yayasan Puspita 86 yang juga  pendiri PKBM Puspita. Odo Kusnadi Spd,Mpd.
Hal itu diungkapkan ungkapkan Pembina Yayasan Puspita 86 yang  juga merupakan pendiri  PKBM  Puspita Odo Kusnadi S.Pd Mm  yang beralamat di Kelurahan Karawang Wetan Kecamatan Karawang Timur.
Dalam pernyataan yang di sampaikan kepada Infokotanews beberapa waktu lalu Pendiri Yayasan Puspita 86  Odo Kusnadi S.Pd   merasa kecewa terhadap Kasi Dikmas juga Kabid Dikmas Disdikpora Karawang,odo menilai kedua pejabat tersebut seharusnya tidak memihak pada satu pihak , odo mencurigai adanya kongkalingkong antara Kasi dan  Kabid Dikmas  dengan Kepala Sekolah yang telah mengundurkan diri sebagai Kepala Sekolah PKBM Puspita ,sebagai pejabat Dikmas seharusnya netral permasalahan di PKBM Puspita  permasalahan internal ,
" Masalah di PKBM Puspita permasalahan kami di internal pengunduran Dewi sebagai kepsek  PUSPITA urusan kami , seharusnya urusan belajar mengajar di kemablikan ke kami dan  tanggung jawab kami sebagi pembina dan pendiri PKBM puspita  bukanya seolah olah- olah PKBM Milik Dinas,dalam penyerahan pengunduran Dewi seharusnya ke Kami juga Psncairan uang BOP DAK RP 164 Juta  merupakan hak kami bukan Penyerahan PKBM Puspita  kepada mereka Kabid dan Kasi Dikmas, kami malah  tidak di libatkan tidak tahu menahu uang tersebut di gunakan untuk apa oleh Kepsek PKBM   " kata odo kesal.
Odo Kusnadi S.Pd.Mm menjelaskan asal mula di serahkanya pengelolaan PKBM  Puspita kepada  mantan istrinya Dewi ,Menurut  Odo Kusnadi S.Pd .Mm itu Seiring terjadinya Percerain  dengan mantan istrinya Dewi yang menjabat bendahara  PKBM Puspita  waktu itu  , atas dasar pertimbangan anak .maka pengelolaan PKBM Puspita oleh Odo Kusnadi S.Pd Mm  pengelolaanya di serahkan kepada Dewi sebagai Kepala Sekolah  PKBM namun Pimpinan Yayasan tetap di pegang oleh dirinya ujar Odo Kusnadi S.Pd Mm .
Sesuai yang tercantum dalam akte Pendirian Yayasan Pendidikan Puspita 86 serta akte perubahan Yayasan  Puspita 86.
Dalam kesempatan itu kepada infokotanews.com Odo mengatakan bahwa  sejak Tahun 2020  pihak Dewi pengelola PKBM terkesan menutup diri,pihaknya kata Odo sebagai Pembina Yaysan Puspita 86 pendiri PKBM Puspita tidak di libatkan dalam Pengelolaan kegiatan Pembelajaran maupun hal lain yang berkaitan dengan aliran dana yang di terima PKBM Puspita ,
 "sama sekali saya tidak di libatkan padahal jelas Saya sebagai  Pembina Yayasan Puspita 86 juga pendiri PKBM Puspita yang sah berdasarkan Akte Pendirian dan Akte Perubahan  Yayasan Puspita 86 perlu mengetahui guna kesinambungan berlangsunyai  PKBM Puspita baik dalam pelaksaan belajar mengajar maupun dalam penggunaan anggaran "  ujarnya.
Selain adanya Dugaan kongkalingkong menurut Odo ada nepotisme dalam pengelolaan yang di lakuan mantan istrinya.
Sekain   adanya kelulusan beberapa siswa yang seharusnya belum waktunya  lulus karena pembelajaranya kurang 1 Tahun lagi  ternyata siswa tersebut lulus juga yang terlibat dalam kegitan PKBM Puspita melibatkan saudaranya kepsek PKBM PUSPITA.
" saya kan mempunyai data-data nama  siswa yang  mengikuti pendidikan Kesetaraan di PKBM Puspita kan Saya kan Pendiri Yayasan  Pak " kata Odo , lebih lanjut di sebutkan selain adanya  kelulusan siswa  yang prematur juga terjadi pada tutor pengajar yang menurutnya janggal  di PKBM Puspita Tutor/ Mapel Pendidikan SMA ngajar SMA ( paket C) 
 " masa anak SMA ngajar mata pelajaran SMA mestinya kan Sarjana " kata Odo
Di tegaskan kembali oleh Odo Kusnadi S.Pd.Mm secara yuridis hak pengelolaan PKBM Puspita atas nama dirinya ( Odo Kusnadi ) sebagai Pendiri Yayasan Puspita 86 pendiri PKBM Puspita sesuai Akte Pendirian dan Perubahan hingga saat ini tegasnya
Menurut odo pengelolaan yang sah secara hukum adalah pihaknya karena saya berpegang  berdasarkan Akte Pendirian dan Akte Perubahan Yayasan  Puspita 86 pihaknya sebagai pendiri  PKBM Puspita sementara mantan istri saya peganganya Apa tanya odo 
" saya kecewa kepada kabid PLS Disdikpora juga Kasi PLS yang terkesan menutupi masalah PKBM Puspita yang sebenarnya ,padahal secara Yuridis Akte pendirian  dan Akte Perubahan Yayasan Puspita 86 atas nama saya Ada apa dengan Kabid  dan Kasu PLS Disdikpora Karawang " kata Odo keheranan.
Di tegakan Odo Kusnanadi seharusnya  bila ada penyerahan PKBM.Puspita dari mantan istrinya Dewi ( yang lulus P3K)  seharusnya pihak Kabid maupun Kasi memberitahukan  kepada pihaknya sebagai Pendiri Yayasan Puspita 86, adapun pihak Kabid PlS Dan Kasi PLS hanya menyaksikan  sebagai  Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Olah Raga Karawan
,"aneh bin ajaib  saya  sebagai Pendiri Yayasan Puspita 86 yang manaungi PKBM Puspita tidak pernah menerima adanya serah terima PKBM Puspita saya  mengetahui ada penyerahan Pengelolaan PKBM Puspita  bukan dari Dewi  malaikan dari  Kabid PLS disdikpora Imas  Bahwa PKBM Puspita telah di serah terimakan kepada Kabid PlS  " Aneh 
Selanjutnya Odo Kusnadi mempertanyakan  anggaran Tahun ajaran 22/ 2023   tahap pertama yang pencairanya di lakukan oleh Dewi sebesar Rp 164 juta padahal Dia ( Dewi ) telah mengundurkan diri, odo semakin penasaran apalagi adanya keterangan yang berbeda antara Kasi Dikmas dengan mantan Kepsek  PBM Puspita,karena  kata Odo menurut kasi Dikmas  pencairan Pertama BOP DAK PKBM Puspita sebesar Rp 164 juta berbeda dengan keterangan Dewi  anggaran BOP DAK diterimanya sebesar Rp 82 juta lantas kemsna Raibnya BOP DAK itu tanya Odo .( Tim)
          
           

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Info Kota News | All Right Reserved