13 Februari 2022

PENGRAJIN PUPUK ORGANIK DESA PASIR TANJUNG BUTUH BANTUAN PEMKAB. KARAWANG.

PENGRAJIN PUPUK ORGANIK DESA PASIR TANJUNG BUTUH BANTUAN PEMKAB. KARAWANG.

Karawang Infokotanews.Com.
KOMAR. pengrajin pupuk organik dari Desa Pasirtanjung kecamatan Lemah abang kabupaten karawang jawa Barat.
 Berawal dari ketertarikan saat menyaksikan para petani bercocok tanam padi di Kota Osaka, Jepang. Walaupun tidak memiliki lahan sawah yang luas untuk bercocok tanam padi, tetapi para petani padi tersebut masih bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di negaranya dengan methoda penanaman padi di atas lahan gedung bertingkat.“Saya sangat tertarik dengan kecerdasan para petani di Jepang. Mereka bisa bercocok tanam padi di atas lahan gedung bertingkat, dan melakukan pemupukan tanaman dengan pupuk alami non kimia,”  tutur Komar, seorang pengrajin pupuk organik, asal Desa Pasirtanjung Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, jawa Barat.saat ditemui awak media.KOMAR mengisah kan, sepulang kerja dari negara Jepang sebagai tukang Las, tepatnya di Kota Osaka, Jepang, ia mengaku kagum melihat para petani setempat bercocok tanam padi di atas gedung bertingkat.“Saya sangat tertarik dengan kecerdasan para petani di Jepang. Walaupun tidak memiliki lahan sawah yang luas untuk bercocok tanam padi, tetapi para petani padi tersebut masih bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan di negaranya dengan methoda penanaman padi di areal lahan gedung bertingkat, ” terangnya penuh semangat.“Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pemupukan tanaman padi, dari mulai bercocok tanam, perangsang tumbuh daun hingga tumbuh bulir padi, tidak sedikitpun menggunakan pupuk kimia, melainkan dengan menggunakan pupuk alami berbahan baku limbah sekam (kulit padi),” ucap Komar.Tak heran, bila tukang Las ini mempunyai cita-cita ingin membuat dan mengembangkan pupuk organik yang berbahan baku sekam, setelah pulang ke kampung halamannya.“Saya sangat terinspirasi dan ingin membuat pupuk organik dari sekam bakar dan kulit sekam yang sudah busuk dengan cara dihaluskan melalui teknologi mesin,” tandas Komar.Kini, Komar sudah memproduksi sendiri pupuk organik dan sudah berjalan sekitar tiga tahun dari sejak tahun 2019. Setiap hari, ia mampu memproduksi pupuk organik sekitar 4 ton, dengan dibantu tenaga kerja sebanyak 7 orang.Komar berharap, dari pihak Pemkab Karawang khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dapat membantu pengembangan usaha yang sedang dirintisnya.“Untuk meningkatkan kapasitas produksi, kami sebagai pengusaha kecil dengan modal terbatas, sangat membutuhkan bantuan berupa peralatan mesin giling untuk menghaluskan sekam sebagai bahan baku produksi pupuk organik. Karena hingga saat ini, belum ada bantuan apapun dari pemerintah daerah, padahal usaha yang dikembangkan ini, bisa mendukung pemerintah dalam mensukseskan program ketahanan pangan,” pungkas Komar. ( Ccp.C ).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Info Kota News | All Right Reserved