Type Here to Get Search Results !

Tradisi lamban penyerapan anggaran APBD.


Seperti sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun penyerapan anggaran APBD  Selalu lamban 
Sebenarnya bila  berkaca ke belakang ,bila ada kemauan dari Pemerintah lambanya penyarapan anggaran setiap tahun bisa di perbaiki di di awali di lingkungann birokrasi .lambanya penyerapan anggatan APBD berdampak sangat luas ke masyarakat ,sejatinya lambanya penyerapan Anggaran APBD itu  tidak memiliki satu pun makna positip., sebaliknya kelambanan 
Penyerapan anggaran APBD  berdampak sangat luas ke semus aspek ,terutama berdampak kepada ekonomi masyarakat  diantaranya minimnya penyerapan tenaga kerja apalagi di situasi wabah Covid- 19 ,semestinya banyak melibatkan tenaga kerja guna mengangkat perekonomian masyarakat  di tengah sulitnya ekonomi di tengah Pandemi , selain itu kelambatan penyerapan anggaran begitu menyiksa bagi para pengusaha karena perputaran modal jadi terhambat akibat lambanya penyerapan Anggaran.
Pemkab semestinya   belajar dari pengalaman dari   tahun sebelumnya guna memperbaiki dan tidak   terjadi kelambatan penyerapan anggaran seperti seperti saat ini seperti menjadi sebuah tradisi
Kondisi  lambanya penyerapan APBD yang tidak berubah dari tahun ke tahun   tak ayal menimbulkan kecurigaan  dan satwa sangka yang negatip di benak Publik adanya kesengajaan Pemkab  menahan anggaran APBD demi keuntungan.
Bila kita cetmati penahanan anggaran hingga ahir  ahir tahun bukan kali pertama terjadi namun kelambanan itu terus berulang ulang  dari ke tahun tanpa pernah ada perubahan.
Penahanan Anggaran pada ahir tahu  merupakan praktek usang bahkan di masyarakat  ada anekdot  bahwa proyek pemerintah adanya di penghujung tahun.jal itu yang mencerminkan rasa pesimis akan ketidak mampuan pemetintah daerah dalam merubah image negatip bahwa proyek proyek pemerintah adanya di penghujung tahun.alasan kehatia hatian dan sulitnya birokrasi semestinya  bukan lagi menjadi dasar pada penyerapan anggaran  APBD .
Namun adanya perubahan itu  semuanya kembali ke  niat birokrasi .