Type Here to Get Search Results !

AROMA PUNGLI DI SMPN 2 KUTAWALUYA SEMAKIN MENYENGAT,KETUA KOMITE TIDAK HADIR DALAM RAPAT KOMITE SEKOLAH.KETUA KOMITE " SAYA TIDAK HADIR"

KARAWANG INFOKOTANEWS.
Pemerintah RI di bawah Pemetintahan Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menggelontorkan APBN melalui Bantuan Opersional Sekolah ( BOS) , Keberadaan Dana BOS ,guna membantu meringankan beban Ekonomi Masyarakat teruma ,mereka, para orang tua dalam menyekolahkan Anak anak nya pada jenjang Pendidikan SD.SDLB.SMP.SMPLB, SMA,SMALB,SLB.
Hal di kuatkan dengan dengan terbitnya Permendisdikpora no 6 tahaun 2021 tentang pengelolaan dana BOS.
Namun demikian di beberapa Sekolah Negeri berdasarkan penelusuran Tim Infokotanews.Com   masih di jumpai ada Sekolah yang melakukan   praktek pungutan yang memberatkan orang tua siswa dengan Modus Rapat Komite Sekolah.
Seperti yang di jumpai di SMP 2 Kutawaluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang,
Di mana para Orang Tua Siswa yang Anaknya duduk di bangku Kls 7,8 di wajibkan memberikan uang partisipasi sebesar Rp 350 per Anak begitu juga Siswa Kls 9 di wajibkan memberikan dana partisipasi Rp 700 ribu / siwa
Adanya uang partisipasi tersebut muncul takala beberapa Orang Tua Siswa yang di wawancarai Tim infokotanews.Com menyebutkan.
Pada Tanggal 30 September 2021 lalu di laksanakan Rapat Komite Sekolah di SMPN 2 Kutawaluya pada waktu Rapat Komite Pihak Sekolah membagikan formulir  yang isinya memuat Pernyataan Orang Tua Siswa dalam memberikan uang partisipasi yakni Kls 7 dan 8 sebesar Rp 350 ribu sementara untuk Kls 9 uang partisipasinya sebesar Rp 700 ribu,tetapi walaupun nilai uang partisipasi besaranya  sudah ditetapkan, Wali murid yang hadir dalam Rapat tersebut di suruh mengosongkan kolom Jumlah Partisipasi.
Para orang Tua yang menghadiri Rapat Komite hanya menandatangani pernyataan partisipasi di atas materai 10.000 ,
Setelah seluruh perwalian murid menandatangani Surat Pernyataan bermaterai 10.000 formulir di tarik kembali oleh pihak panitia Rapat.
hal itu di katakan para orang tua siswa dalam perbincanganya dengan Tim Infokotanews.Com beberapa waktu lalu.
Sementara Ketua MKKS SMP Kabupaten Karawang Suri Andana S.PD.M.PD  ketika di mintai tanggapanya terkait tidak di cantumkannya jumlah uang partisipasi di dalam formulir surat pernyataan orang tua siswa. 
pada rapat komite padahal nilai uang fartiipasi sudah sepakati  yakni untuk  Kls 7 dan 8 Rp 350 ribu / siswa sementara Kls 9 sebesar Rp 700 ribu./ siswa 
Melalui WA telepon selullernya   Ketua MKKS SMP memberikan keterangan bahwa apa yang di lakukan pihak Sekolah dengan tidak mencantumkan besarnya uang partisipasi di formulir yang di keluarkan pihak.sekolah sesuai prosedur " memang prosedurnya harus di kosongkan dahulu  nanti jumlah uang partisipasi  di tulis sesuai kesanggupan " selanjutnya menurut keterangannya Ketua MKKS SMPN itu adapun besarnya jumlah partisipasi dari Orang Tua itu hasil kesepakatan dengan Orang Tua dengan Komite Sekolah demikian keterangan Ketua MKKS SMP KARAWANG Suri Ardana S.PD,M.PD Kepada Tim Infokotanews .Com melalui saluran Telepon WA pribadinya.
Namun adanya aroma Pungutan liar di SMPN 2 Kutawaluya semakin  menyengat pasalnya Rapat Komite Sekolah tersebut tanpa di hadiri oleh Ketua Komite SMPN 2, bahkan pada saat Perbincangan dengan Tim Infokotanews.Com (23/10-2021) Ketua Komite Sekolah tidak mengetahui keputusan hasil Rapat Komite Tgl.30 Septenber tersebut.
Kepada Tim infokotanews.Com Ketua Komite SMPN 2 Kutawaluya itu mengatakan,Di kerenakan Kesibukan pekerjaan pihaknya  sebagai Ketua Komite SMPN 2 Kutawaluya sudah tidak aktip lagi dalam kegiatan di sekolah , Selain itu pihaknya juga sudah berniat mengundurkan diri dari Ketua Komite SMPN 2 Kutawaluya ,selanjutnya Kepada Media ini Ketua Komite 2 kutawaluya mengakui pernah menerima Surat Undangan dari Pihak Sekokah , Untuk menghadiri Rapat Komite Sekolah  pada Tgl. 30/9-2021  dengan para orang tua Siswa baru Tahun ajaran 2021/2022 namun kata Ketua Komite berhubung banyak kesibukan usaha pribadinya pihaknya mewakili kepada Sekertaris Komite yang bernama Nacep serta Humas yang bernama Enam sementara Bendahara Komite tidak hadir di karenakan sedang Sakit namun hingga berita ini di turunkan ,Ujar Ketua Komite  pihaknya tidak mengetahui adanya Pungutan itu karena tidak ada laporan dari sekertaris serta Humas Komite juga Maupun dari pihak Sekolah Ujar Ketua Komite.
Di singgung kenapa tidak langsung menemui Kepala Sekolah untuk pengunduran diri sebagai Ketua Komite ,
Namun apa yang di katakan oleh Ketua Komite Sekolah, sungguh sangat menggelikan sekaligus Prihatin dengan Pendidikan di Kecamatan Kutawaluya.
Menurut Ketua Komite Sekolah  Pihaknya  belum Pernah bertemu dengan Kepsek yang baru tersebut " jangankan bertemu nama Kepseknya saja saya tidak tahu." Ucap Ketus Komite penuh tanya.
Di singgung masalah dana BOS di akui oleh Ketua Komite itu,bahwa pihaknya sebagai Ketus Komite sering Tanda tangan terkait berkas  dana BOS namun menganai isi Penggunaan dana Bos selama ini pihaknya tidak mengetahui.
Di sebutkan oleh Ketua Komite berkas  BOS itu di kirim ke Kediamanya oleh pihak Sekolah melaui Satpam Sekolah yang bernama Muhidin.
 " berkas dana BOS yang biasa saya tandatangani di kirim oleh pihak sekolah melalui Satpam sekolah yang bernama Muhidin adapun banyaknya berkas dana BOS hanya 2 lembar" pungkas Ketua Komite SMPN 2 Kutawaluya mengakhiri perbincangan dengan Media ini.
Sementara pihak Kepala Sekolah belum bisa  di kompirmasi Saat Tim Infokotanews.Com ke SMPN 2 Kutawaluya Tim Infokotanews.Com hanya bertemu dengan Satpam Sekolah SMPN 2 Kutawaluya yang mengatakan Kepsek.belum datang " Kepala Sekolahnya belum.datang pak " ujar Satpam.
Bila benar adanya Pungutan di SMPN 2 Kutawaluya ,sungguh tak punya Empati padahal masyarakat saat ini tengah ngos ngosan akibat sulitnya mendapatkan penghasilan dampak dampak  dari Covid-19
Di harapkan KADISPORA karawang mengevaluasi Kinerja Kepsek ,juga Kepada Saber Pungli semoga  terketuk guna mengungkap adanya dugaan Praktek Pungli di SMPN 2 Kutawaluya.  ( Tim)